Traveling ke Ghibli Park, Rasanya Seperti Masuk ke Dunia Anime yang Selama Ini Cuma Bisa Ditonton

ghilbi ryokusai.com

ryokusai – Ada satu destinasi di Jepang yang sudah lama masuk dalam daftar impian saya, yaitu Ghibli Park di Prefektur Aichi. Sebagai orang yang tumbuh dengan film-film Studio Ghibli seperti Spirited Away, My Neighbor Totoro, Howl’s Moving Castle, hingga Kiki’s Delivery Service, rasanya sulit untuk menolak kesempatan mengunjungi tempat yang benar-benar membawa dunia animasi itu menjadi nyata.

Jujur saja, sebelum datang saya sempat berpikir kalau Ghibli Park mungkin hanya taman hiburan biasa yang dipenuhi dekorasi karakter anime. Tapi begitu melewati gerbang masuk, semua ekspektasi itu langsung berubah. Tempat ini bukan sekadar lokasi foto-foto, melainkan sebuah ruang yang dibuat untuk membuat pengunjung benar-benar merasa sedang hidup di dalam film karya Hayao Miyazaki.

Yang paling saya sukai, Ghibli Park tidak dipenuhi wahana ekstrem seperti taman hiburan pada umumnya. Di sini semuanya berjalan lebih pelan. Pengunjung diajak menikmati setiap sudut, memperhatikan detail kecil, dan merasakan suasana yang hangat. Mungkin inilah alasan mengapa banyak orang mengatakan bahwa Ghibli Park bukan tempat untuk terburu-buru.

Perjalanan Dimulai dari Grand Warehouse

Area pertama yang saya datangi adalah Ghibli’s Grand Warehouse, dan menurut saya inilah jantung dari seluruh taman.

Dari luar bangunannya memang terlihat sederhana, tetapi begitu masuk ke dalam, saya seperti kehilangan arah karena terlalu banyak hal menarik yang ingin dilihat.

Di dalamnya ada berbagai ruang pamer, instalasi seni, mini bioskop, toko suvenir, hingga sudut-sudut yang dibuat menyerupai adegan dalam film Studio Ghibli.

Saya sempat berdiri cukup lama di salah satu ruangan karena rasanya ingin memperhatikan setiap detail. Mulai dari buku-buku tua di rak, meja kayu, jendela, hingga barang-barang kecil yang mungkin kalau dilihat sekilas tampak biasa saja. Namun justru detail-detail seperti itulah yang membuat dunia Ghibli terasa begitu hidup.

Bahkan ketika melihat pengunjung lain, hampir semuanya berjalan pelan. Tidak banyak yang berlari dari satu spot ke spot lain demi mengejar foto. Semua seolah menikmati pengalaman dengan caranya masing-masing.

Bertemu Rumah Satsuki dan Mei

Ghibli Park

Salah satu momen yang paling saya tunggu akhirnya tiba ketika mengunjungi area Dondoko Forest.

Di sinilah berdiri rumah Satsuki dan Mei dari film My Neighbor Totoro.

Rumah kayu bergaya Jepang itu dibuat dengan sangat detail. Saat masuk ke dalam, saya benar-benar merasa seperti tamu yang sedang berkunjung ke rumah mereka.

Lemari, dapur, meja makan, kamar tidur, bahkan peralatan rumah tangga semuanya ditata sedemikian rupa sehingga terlihat benar-benar dihuni.

Tidak ada kesan seperti sedang berada di museum. Justru rasanya seperti masuk ke rumah seseorang yang sedang pergi sebentar.

Di area belakang terdapat jalur menuju patung Dondoko-do yang terinspirasi dari Totoro. Meski sebagian besar pengunjung yang naik adalah anak-anak, melihat mereka tertawa sambil bermain membuat suasananya terasa hangat.

Valley of Witches yang Penuh Keajaiban

Kalau harus memilih area favorit, mungkin saya akan menjawab Valley of Witches.

Kawasan ini dipenuhi bangunan bergaya Eropa yang membuat saya langsung teringat film Howl’s Moving Castle dan Kiki’s Delivery Service.

Rumah Kiki dibuat begitu detail hingga saya merasa seperti sedang menunggu Kiki pulang setelah mengantar pesanan menggunakan sapunya.

Sementara Kastel Howl benar-benar mencuri perhatian.

Melihatnya secara langsung memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan saat hanya melihatnya di layar. Bentuk bangunannya unik, penuh ornamen, dan seolah memiliki kehidupannya sendiri.

Saya berkali-kali berhenti hanya untuk mengagumi detail bangunan tersebut.

Tidak Ada Musik yang Berlebihan

Hal yang cukup mengejutkan adalah suasana taman yang relatif tenang.

Tidak ada musik keras yang diputar sepanjang waktu. Tidak ada suara wahana yang mendominasi.

Yang terdengar justru suara angin, langkah kaki pengunjung, percakapan pelan, serta suara burung dari pepohonan di sekitar taman.

Awalnya saya merasa suasana ini cukup berbeda dengan taman hiburan lain di Jepang.

Namun semakin lama berada di sana, saya mulai memahami bahwa ketenangan itu memang bagian dari pengalaman yang ingin dibangun.

Studio Ghibli selalu menghadirkan momen-momen sunyi dalam filmnya. Duduk di tepi danau, berjalan di hutan, atau sekadar menikmati angin menjadi bagian penting dari cerita. Hal itu ternyata juga terasa di Ghibli Park.

Kuliner yang Bikin Pengalaman Makin Lengkap

Setelah cukup lama berjalan, saya memutuskan mampir ke salah satu area makan.

Menunya memang tidak semuanya mengambil tema karakter, tetapi penyajiannya tetap cantik dan terasa hangat.

Saya menikmati makanan sambil melihat pengunjung lain yang juga beristirahat.

Lucunya, hampir semua orang tampak sibuk membuka kamera atau melihat kembali foto-foto yang baru mereka ambil.

Rasanya semua orang ingin memastikan momen di tempat ini benar-benar tersimpan dengan baik.

Surga Belanja Buat Pecinta Ghibli

Satu kesalahan yang saya lakukan adalah masuk ke toko suvenir tanpa membuat anggaran.

Begitu melihat berbagai merchandise resmi Studio Ghibli, rasanya sulit menahan diri.

Mulai dari boneka Totoro, gantungan kunci No-Face, mug bergambar Calcifer, buku ilustrasi, kaus, hingga berbagai barang koleksi yang hanya dijual di Ghibli Park tersedia dalam jumlah yang sangat banyak.

Saya akhirnya membeli beberapa suvenir sebagai kenang-kenangan.

Meski harganya tidak murah, kualitas produknya benar-benar terasa premium.

Lebih dari Sekadar Tempat Wisata

Selama berada di Ghibli Park, saya berkali-kali merasa bahwa tempat ini bukan sekadar destinasi wisata.

Ada sesuatu yang sulit dijelaskan.

Mungkin karena film-film Studio Ghibli selalu mengajarkan tentang keluarga, persahabatan, keberanian, alam, dan menghargai hal-hal sederhana.

Nilai-nilai itu terasa hadir di setiap sudut taman.

Tidak ada kesan berlebihan. Tidak ada dekorasi yang dipasang hanya demi menarik perhatian.

Semuanya dibuat dengan penuh detail dan rasa hormat terhadap karya-karya Studio Ghibli.

Bahkan ketika duduk di bangku taman sambil melihat pepohonan bergoyang tertiup angin, saya merasa seperti sedang berada di salah satu adegan film Miyazaki.

Ghibli Park, Tempat yang Membuat Saya Ingin Kembali Lagi

Kalau ditanya apakah Ghibli Park layak dikunjungi, jawaban saya jelas iya.

Bahkan menurut saya, tempat ini bukan hanya cocok untuk penggemar anime. Siapa pun yang menyukai suasana tenang, desain yang penuh detail, dan pengalaman wisata yang berbeda akan menikmati setiap menit di sini.

Perjalanan ini membuat saya sadar bahwa sebuah tempat tidak selalu harus dipenuhi atraksi spektakuler untuk meninggalkan kesan mendalam. Kadang, berjalan perlahan di antara pepohonan, memasuki rumah-rumah yang terasa hidup, dan melihat dunia imajinasi diwujudkan dengan begitu indah justru menjadi pengalaman yang paling berharga.

Saat meninggalkan Ghibli Park, saya sempat menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Ada perasaan enggan pulang, seolah dunia yang selama ini hanya saya lihat melalui layar akhirnya benar-benar bisa saya kunjungi. Dan mungkin, itulah keajaiban terbesar dari Ghibli Park—membuat siapa pun percaya bahwa imajinasi memang bisa menjadi nyata.

Referensi

  1. Ghibli Park Official Website: https://ghibli-park.jp/en/
  2. Studio Ghibli Official: https://www.ghibli.jp
  3. Aichi Tourism Bureau – Ghibli Park Guide: https://aichinow.pref.aichi.jp
  4. Japan National Tourism Organization (JNTO): https://www.japan.travel/en/